Solo selalu punya cara untuk bercerita melalui makanan. Dari cita rasa yang kaya rempah hingga tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi, setiap sajian memiliki cerita dan karakter yang membuatnya begitu dekat dengan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah tengkleng, hidangan khas Solo yang dikenal dengan kuah gurih, aroma rempah yang kuat, dan kelezatan daging serta tulang kambing yang menjadi ciri khasnya. Kini, pengalaman menikmati tengkleng hadir dengan cara yang berbeda di The Sunan Hotel Solo melalui Tengkleng Bakar Bambu.
Bukan sekadar menyajikan tengkleng dengan cara yang berbeda, Tengkleng Bakar Bambu menghadirkan pengalaman kuliner yang melibatkan aroma, proses, hingga cara penyajiannya. Tengkleng dimasak menggunakan bambu, memungkinkan aroma khas bambu berpadu dengan rempah dan karakter bakaran yang menjadi bagian dari proses pengolahannya. Setelah matang, tengkleng kemudian dituangkan langsung dari bambu ke dalam mangkuk sebelum disajikan kepada tamu. Momen ketika tengkleng dituangkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Aroma rempah yang menggugah selera berpadu dengan presentasi yang unik, menjadikan sajian ini bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman. Inilah cara The Sunan Hotel Solo memberikan sentuhan baru pada kuliner tradisional, tanpa menghilangkan karakter dan cita rasa yang membuat tengkleng begitu dikenal sebagai bagian dari kekayaan kuliner Solo.
Dengan harga Rp78.000 nett, Tengkleng Bakar Bambu dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat yang ingin mencoba kuliner khas Solo dalam pengalaman yang berbeda. “Tengkleng merupakan bagian dari kekayaan kuliner Solo yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami mencoba memberikan sentuhan baru melalui proses memasak menggunakan bambu dan cara penyajian yang menjadi pengalaman tersendiri bagi tamu, tanpa menghilangkan karakter rasa tengkleng itu sendiri,” ujar R.M. Azmi, General Manager The Sunan Hotel Solo.

Bagi The Sunan Hotel Solo, pengalaman hospitality tidak berhenti pada kuliner. Kenyamanan dan keseimbangan hidup juga menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan bagi para tamu. Pada 27 September 2026, The Sunan Hotel Solo akan menghadirkan Sunan Hatha Yoga, sebuah program wellness yang dirancang untuk membantu menciptakan keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Namun, wellness tidak hanya berbicara mengenai kesehatan diri. Lingkungan tempat kita hidup juga menjadi bagian penting dari keseimbangan tersebut. Terlebih setelah terjadinya kebakaran besar di kawasan TPA Putri Cempo, perhatian terhadap lingkungan menjadi semakin relevan bagi masyarakat Solo.
“Wellness bagi kami bukan hanya tentang kesehatan tubuh dan pikiran, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Terlebih dengan adanya peristiwa kebakaran besar di kawasan TPA Putri Cempo, kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin penting bagi kita semua,” tambah R.M. Azmi. Sebagai bagian dari masyarakat Solo, The Sunan Hotel Solo turut mengambil peran melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengurangi food waste, hingga menjaga kebersihan dan area hijau di lingkungan hotel.
Melalui culinary dan wellness experience, The Sunan Hotel Solo terus menghadirkan pengalaman hospitality yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki karakter dan kedekatan dengan lingkungan sekitarnya. Dari sepiring Tengkleng Bakar Bambu yang membawa cita rasa khas Solo, suasana santai di area outdoor, hingga aktivitas wellness yang mengajak kita lebih peduli pada diri sendiri dan lingkungan, setiap pengalaman menjadi bagian dari cerita yang lebih besar. Karena bagi The Sunan Hotel Solo, menikmati Solo bukan hanya tentang datang dan menginap. Ini tentang merasakan, mengenal, dan menjadi bagian dari cerita Solo.



