Presiden Pilihan Perempuan

Presiden Pilihan Perempuan

1218
0
SHARE

presiden-pilihan-perempuan-01Merayakan peringatan hari lahir tokoh perempuan RA Kartini The Sunan Hotel Solo menggelar talkhsow yang dibalut dalam tajuk Royal High Tea & Talkshow (Tea Talk). Acara tersebut mengambil tema “Presiden Pilihan Perempuan“ digelar Rabu, 16 April 2014 di Infinitea Tea Lounge The Sunan Hotel Solo.
Acara dibuka dengan Tea Education yang dijelaskan oleh Food & Beverage Manager The Sunan Hotel Solo. Mengusung teh legendaris asal Inggris Twinings para tamu juga diajak untuk menikmati suguhan beragam kudapan cake yang disajikan di sore sembari berdiskusi. Tema Presiden Pilihan perempuan sengaja diambil mengingat tahun 2014 ini juga merupakan tahun politik. Tiga pembicara yang hadir adalah Dewi Candraningrum (Pemred Jurnal Perempuan) Sruti Respati (Seniman) dan Retno Wulandari (Praktisi Komunikasi) dan akademisi dosen Faukltas Hukum UNS, Sunny Ummul Firdaus SH.

Menurut Retno Wulandari perempuan merupakan penentu peta politik bangsa ini, lantaran sebagian besar pemilih di Indonesia adalah kaum perempuan. Perempuan harus menjadi subyek politik dan harus memiliki sikap politik. Tidak harus menjadi politisi namun perempuan harus sadar dan melek politik. Sementara Pemred jurnal Perempuan Dewi Chandraningrum menyampaikan bahwa Presiden yang kita pilih hendaknya dapat membawa mandat perempuan dan mandat keadilan baik adil gender, warga yang rentan maupun difabel. Seniman Sruti Respati menambahkan perlunya kita kembali ke akar filsafat kita dimana ada pesan pesan keadilan dan semesta yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Akademisi dari Fakultas Hukum UNS Sunni menyampaikan perlunya mencermati rekam jejak calon presiden.

Di session terakhir terdapat diskusi yang seru diantara para tamu yang hadir yang terdiri dari berbagai komunitas perempuan sepertI Hipmi Ladies Club, Putra Putri Solo dan sejumlah aktivis perempuan. Acara ini disiarkan secara live melalui radio Solopos FM dan dipandu oleh Host Suwarmin yang merupakan Wapemred Solopos.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY