Memaknai Sumpah Pemuda dan Kesetaraan dengan Kaum Disabilitas

Memaknai Sumpah Pemuda dan Kesetaraan dengan Kaum Disabilitas

43
0
SHARE

Pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 lalu The Sunan Hotel dengan bangga menggelar peluncuran pameran lukisan oleh penyandang disabilitas dan Fashion & Luncheon bertajuk Scarf Story, sekaligus memperingati Sumpah Pemuda yang ke-90 di Narendra Restaurant. Pemerintah Kota Solo, Kepala Dinas Pariwisata Solo Bapak Hasta Gunawan, berbagai tokoh masyarakat, pengusaha, seperti Sumartono Hadinoto dan Ibu Suroso serta asosiasi dan komunitas di Kota Solo turut hadir dan mendukung acara ini.

IMG_3321editedPameran lukisan yang diadakan mulai tanggal 30 Oktober – 13 November 2018 ini menampilkan karya milik Ivan Ufuq Isfahan, seorang pemuda berbakat dengan autisme dan intellectual disability. Oleh seorang aktivis perempuan, penulis dan seniman yang tak lain dan tak bukan adalah Ibunda Ivan, Dewi Candraningrum, karya seni Ivan disulap menjadi koleksi scarf cantik layak koleksi. Scarf-scarf tersebut diperagakan pada saat acara Fashion & Luncheon yang dikoreografikan oleh desainer Rory Wardana.

IMG_3390edited

Setiap hari, Ivan ditemani ibunya melukis sebagai bentuk terapi. Lukisan-lukisan Ivan IMG_3382editedkebanyakan adalah hewan-hewan di Indonesia yang terancam punah seperti Gajah Sumatera dan Orangutan yang Ia terjemahkan melalui goresan krayon berwarna cerah di atas kertas. Menariknya lagi, karena Ivanlah Dewi Candraningrum mulai melukis berbagai potret perempuan. Melalui karya-karyanya, duo ibu dan anak ini menyampaikan pesan mengenai kesetaraan, baik gender maupun kesetaraan bagi kaum difabel di Indonesia.

Pesan ini sejalan dengan Sumpah Pemuda yang pada acara kemarin, dibacakan oleh Yulianto dan Agata, pemuda pemudi tuna netra. Karena kami percaya, setiap pemuda dan pemudi di Indonesia memiliki peran untuk terus merawat keberagaman, kesetaraan dan keadilan lingkungan yang telah dijaga Sumpah Pemuda selama 90 tahun dan 1000 tahun yang akan datang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY