SHARE
The Sunan Hotel Solo Kolam Renang

Ulasan ini ditulis oleh Nunik Utami, seorang penulis dan blogger asal Jakarta. Artikel asli klik disini

Liburan nanti, gimana kalau jalan-jalan ke Solo dan nginap di Hotel Sunan?

Saya sendiri sudah liburan ke Solo pertengahan Desember kemarin. Sebenarnya nggak full liburan banget, sih. Ada keperluan yang berhubungan dengan dunia nulis. Iya, saya butuh meninjau lokasi yang saya gunakan sebagai setting di novel yang sedang saya tulis.

Deluxe room The Sunan Hotel Solo

Selama di Solo, saya nginap di The Sunan Hotel. Nggak lama, cuma tiga hari dua malam. Menurut saya itu belum cukup untuk menikmati berbagai tempat wisata di Solo. Sebab, saya pengennya nyantai, menghirup setiap partikel udara Kota Solo dengan tidak terburu-buru. Maklum deh, meskipun dari kecil saya bolak-balik Jakarta-Jogja, saya justru belum pernah menginjakkan kaki di Solo, yang tetangga sekaligus kembarannya Jogja.

Sampai di Bandara Adi Soemarmo, saya langsung ke hotel naik taksi. The Sunan itu hotel bintang 4. Lokasinya dekat dengan bandara, kira-kira hanya 11 km, jadi saya nggak perlu waktu lama untuk sampai ke hotel.

Biasanya kalau nginap di hotel, saya cuma pilih tipe kamarnya. Nggak pakai nanya kasurnya. Eh, di The Sunan, begitu check in, petugas reception nanya, mau kasur yang twin atau king size. Poin plus nih, buat The Sunan :D. Saya pilih twin bed, biar tidurnya nggak tendang-tendangan. Hehehe … ya nggak sebrutal itu juga, sih. Biar adil aja pembagian lahan tempat tidurnya :D. Oh ya, room mate saya kali ini adalah Mbak Lidya.

Interior lobby yang dominan warna emas langsung memberi kesan suasana hotel yang mewah, dengan tetap memberi warna tradisional dengan penempatan hiasan-hiasan bernuansa Jawa. Hotel ini juga menyediakan welcome drink berupa infused water yang diletakkan di lobby. Infused water itu tampak segar dan dingin. Duh, panas-panas, disuguhin minuman segar dan sehat, kurang apa lagi, coba?

Kamar

Kamar yang saya pilih adalah tipe deluxe. Rate-nya 1.328.800 per malam. Sesuai dengan kelengkapan fasilitas, kenyamanan, dan keramahan yang diberikan oleh hotel ini.

Kamar 209 yang saya tempati, nyaman banget. Nuansanya cokelat ala hiasan kayu Jawa gitu, dipadu dengan kain hiasan berwarna merah di atas tempat tidur. Warna inilah yang membuat kamar ini memberi energi agar penghuninya lebih semangat.

Ada bantal dan guling di kasurnya. Pas banget buat saya yang kalau tidur harus meluk guling. Guling ini pun bisa multi fungsi. Kalau lagi baca, saya selalu pakai guling yang ditumpuk dengan bantal, untuk menyangga kepala. Ada kursi dan meja tambahan juga di sisi kamar. Seperti biasa, bagian ini nggak terlalu terpakai untuk saya karena saya lebih sering duduk sambil leyeh-leyeh di tempat tidur. Sebaliknya, Mbak Lidya senang banget duduk di kursi itu. Pas, deh, fasilitasnya terpakai semua. Oh ya, yang juga menyenangkan, AC di sini cepat dinginnya. Nyamaaaan!

Kamar mandi The Sunan Hotel Solo

Fasilitas standar seperti flat tv, mini bar, safety box, hair dryer, dan toiletries, sudah pasti ada, ya. Pokoknya lengkap. Saya dan Mbak Lidya nggak perlu cari-cari perlengkapan tambahan karena semuanya sudah tersedia. Teko pemanas air untuk bikin teh juga ada.

room facilities the sunan hotel solo

Satu lagi, yang juga penting adalah adanya sandal hotel. Biar kaki nggak kedinginan kalau jalan ke kamar mandi. Lalu, kamar mandi di kamar saya dilengkapi bathtub dan tentu saja shower dengan air hangat. Setelah seharian menyusuri Kota Solo, malamnya saya sempat berendam pakai air hangat. Tidurnya jadi tambah nyenyak, deh.

Restoran

Seperti hotel pada umumnya, Restoran Narendra yang terletak di dekat lobby hotel ini menyediakan sarapan jam 06.00-10.00. Di hari pertama nginap, saya sarapan agak siang, jam 09.00. Iya, seperti yang saya katakan di awal, saya memang kepengen santai menikmati liburan ini. Nggak pengen terburu-buru ngejar sesuatu. Makannya pun santai aja sambil menikmati keramahan para petugas hotel dan aktivitas orang-orang yang ada di sini.

The Sunan Hotel Solo Restoran

Kalau lagi jalan ke daerah, saya paling mengincar makanan khasnya. Nah, di Narendra ini makanan khas Solo-nya lengkap banget. Ada cabuk rambak. Ini favorit saya. Enak banget! Apalagi saya belum pernah menemukan cabuk rambak di mana pun, termasuk Jogja.

Cabuk rambak The Sunan Hotel Solo

Sarapan pagi The Sunan Hotel Solo

Ada juga pecel ndeso, nasi liwet, aneka jenang, dan jajanan pasar. Untuk makanan khas Solo, nanti saya buatkan tulisan terpisah ya, biar ulasannya agak banyak. Makanan lainnya ada western food seperti pasta, Chinesse food seperti dimsum, dan tentu saja Indonesian food seperti nasi goreng dan bubur ayam. Pokoknya tinggal pilih sesuai selera, deh. Mau dicobain semua juga boleh, kalau perutnya muat. Hehehe ….

The Sunan Hotel Solo Pecel Ndeso

Letaknya ada di sebelah resto. Kalau mau ke kolam renang harus lewat resto. Ada dua pintu di Narendra Restoran yang menuju ke kolam renang. Jadi, lobby, resto, dan kolam renang ini berada di lantai yang sama. Meskipun begitu, dari lobby sama sekali nggak kelihatan kolam renang. Orang-orang yang di kolam renang pun aman dan nyaman deh, nggak terlihat oleh tamu hotel yang baru datang di lobby.

The Sunan Hotel Solo Kolam Renang

Area kolam renang di sini cukup luas. Biasanya saya menilai kolam renang hotel itu nyaman atau tidaknya pertama kali dari ramai atau tidaknya kolam renang ini. Eh, ternyata ramai, lho. Suasananya juga terasa asyik dan “hidup”. Kayaknya enak banget renang di sini. Terang dan lingkungannya asri. Saya juga betah berlama-lama di pinggir kolam renang sambil mandangin ijo-ijoan yang ada di sekitar kolam. Iya, ada spot asri di dekat kolam, lho.

Liburan di The Sunan Hotel Solo

Tadinya saya berencana untuk renang malam-malam. Tapi pas malam, sudah keburu capek dan pulangnya malam banget. Mungkin aja kolam renangnya sudah keburu tutup. Akhirnya nggak jadi renang.

Ternyata, The Sunan Hotel ini sering dipilih oleh berbagai instansi pemerintahan di seluruh Indonesia, termasuk kantor kementerian di Jakarta, sebagai akomodasi saat mereka melakukan kunjungan kerja. Saya beberapa kali ditanya dari kementerian mana dan sedang ada acara apa oleh bapak supir taksi yang saya tumpangi selama berada di Solo. Kabarnya, mereka memilih The Sunan Hotel karena kelengkapan fasilitas, keramahan para pekerjanya, serta harga yang bersahabat. Pantas saja, ya. Saya yang saat itu nginap tidak bersama orang-orang kementerian pun bisa merasakan kelebihan-kelebihan dari hotel ini.

Jadi, kapan mau ke Solo dan nginap di The Sunan Hotel? Ajak-ajak saya lagi, ya 😀

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY