SHARE
the sunan hotel solo

Review ini ditulis oleh Indah Julianti, Co- Founder KEB (Komunitas Emak Blogger). Artikel asli klik disini

Kota Solo atau Surakarta telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan hidup kami. Selama tiga tahun lebih, saya dan Mas Iwan, setiap bulan mondar mandir Jakarta – Solo dan Yogyakarta – Solo.

Selama tiga tahun lebih, anak sulung kami, Taruli, tinggal dan bersekolah di Solo, tepatnya di kota Sukoharjo, di Pondok Pesantren Modern (PPM) Assalam.

Kadang, saya sendiri yang ke Solo untuk menengok Taruli. Sesekali dengan Mas Iwan, dan sejak tinggal di Yogyakarta, dua minggu sekali kami sekeluarga menjenguk Taruli di pondok pesantrennya.

Biasanya, kalau menjenguk sekeluarga kami menginap di Wisma Assalam yang memang disewakan untuk para orangtua atau keluarga yang ingin menjenguk anak-anaknya di pondok pesantren. Jarang sekali kami menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Solo.

Pernah sih menginap di hotel saat berada di Solo, tapi itu sewaktu menjadi panitia ASEAN Blogger Festival yang diselenggarakan di Kota Solo pada tahun 2012.

Pengetahuan saya tentang hotel-hotel di Kota Solo memang agak minim. Karena itu, ketika kami sekeluarga harus ke Solo untuk menemani Taruli yang akan reunian dengan teman-temannya di Assalam, agak-agak gambling juga saat mencari hotel yang nyaman untuk anak-anak tetapi sesuai dengan anggaran yang kami sediakan untuk menginap selama dua hari satu malam.

Tanya sana sini dan atas rekomendasi teman blogger, kami pun memilih The Sunan Hotel Solo untuk menginap selama di Kota Solo. Anak-anak yang ikut urun dalam pencarian hotel ini, senang banget waktu dikasih tahu bakal menginap di Hotel Sunan.

“Wah asyik ada kolam renangnya!” Seru si bungsu Tiominar, saat melihat foto-foto Hotel Sunan di Google Searching.

Hotel yang memiliki fasilitas kolam renang menjadi salah satu pertimbangan kami untuk menginap di The Sunan Hotel Solo.

Hari Sabtu siang tanggal 25 Maret 2017, kami berangkat ke Kota Solo. Hujan yang mengguyur Kota Yogya menemani perjalanan kami hingga tiba di Kota Solo pada sore hari. Untungnya di Kota Solo hujan sudah reda. Sempat was-was jalanan akan macet parah akibat hujan deras sepanjang perjalanan Yogyakarta – Solo.

The Sunan Hotel Solo

Udara dingin menyambut kehadiran kami di Kota Solo.

Setelah sempat kebingungan mencari parkir karena parkir di halaman hotel penuh, memasuki lobby Hotel Sunan, disambut dengan senyum ramah dan ucapan selamat datang dalam bahasa Jawa dari doorman.

Suasana khas Jawa terlihat di lobby. Begitu pun dengan Front Officernya. Ramah ala Jawa Solo.
Saat chek-in, kami mendapat deluxe room dengan twin bed di lantai IV.

Begitu kami memasuki kamar, Tio langsung berteriak kegirangan begitu melihat tempat tidurnya.

“Ada gulingnya, ada gulingnya. Satu buat aku ya,” ucapnya sambil merangsek ke tempat tidur lalu langsung mendekap guling, seakan takut diambil kakak-kakaknya.

Hotel menyediakan guling di kamarnya?

kamar the sunan hotel solo

The Sunan Hotel Solo adalah hotel bintang empat kedua yang saya singgahi yang menyediakan guling selain bantal tentunya.

Jarang-jarang kan ada hotel yang menyediakan bantal dan guling di kamar-kamarnya. Apalagi kalau hotel yang merupakan hotel afiliasi dari luar negeri. Dan, buat anak-anak rasanya seperti kenikmatan yang tiada tara bisa tidur dengan bantal dan gulingnya

Nuansa khas Jawa juga ditemukan di dalam kamar ini.

Lukisan dan ornamen-ornamen kamar. Warna merah maroon terdapat pada karpet dan tempat tidur kami.

Ruang yang kami tempati adalah deluxe room, cukup luas untuk kami berlima. Tempat tidurnya juga besar.

Selain deluxe room, The Sunan Hotel Solo juga menyediakan kamar tipe lainnya seperti: Executive Business, Junior Suite, Suite Room, Sunan Suite, dan President Suite Room. Ada total 128 kamar yang dimiliki hotel ini.

Untuk Executive dan President Suite Room ada di gedung baru hotel, yang berada di sebelah kiri gedung lama.

Ah, menginap di Deluxe Room saja sudah enak dan nyaman kok :)

koridor the sunan hotel solo

Family Hotel

Setelah menginap di The Sunan Hotel Solo, kami merasakan bahwa hotel bintang empat ini cocok sebagai family hotel.

Terutama kolam renang yang menjadi hiburan untuk anak-anak, disediakan dua kolam. Satu kolam diperuntukkan untuk anak-anak balita, satu kolam lagi untuk anak-anak berusia lima tahun ke atas atau maksimal tinggi badan 150 cm. Airnya yang jernih, membuat anak-anak puas bermain air. Kalau tidak disuruh selesai, bisa seharian mereka main air.

pool the sunan hotel solo

Kolam renang The Sunan Hotel Solo ini rupanya terbuka untuk masyarakat sekitar yang ingin berenang-renang lho. Ya gimana nggak pengen ya berenang di sana, selain bersih, tempat bilasnya pun bersih, pengunjung juga disediakan handuk bersih, nggak perlu merasa kekurangan.

Nikmatnya Sarapan di The Sunan Hotel Solo

Puas berenang-renang di kolam yang jernih, membuat anak-anak kelaparan. Untungnya Narendra Restaurant sebagai tempat sarapan, tidak jauh dari kolam renang. Tinggal melipir ke teras, buka pintu, masuk deh ke restorannya.

the sunan hotel solo narendara

restaurant the sunan hotel solo

Makanan yang disajikan di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo ini, enak-enak.

Eh mana ada ya hotel yang makanannya nggak enak 🙂

Dan makanan kesukaan anak-anak semuanya ada. Tio dan Kayla sarapan sereal kegemarannya. Sedangkan Taruli sarapan dengan roti dan dimsum.

Sedangkan saya dan Mas Iwan, sarapan makanan khas Solo yaitu Bakmi Toprak, yang merupakan perpaduan dari kuah kaldu sapi dengan berbagai bumbu rempah.

menu breakfast the sunan hotel solo

Kuah kaldu dicampur dengan mie kuning, tauge, kol yang sudah direbus matang, lalu dicampur dengan kacang tanah yang sudah disangrai. Karena tidak begitu suka seledri, saya tidak pakai potongan seledrinya tapi banyakin bawang gorengnya.

Rasanya? Nikmat tiada tara 🙂

The Sunan Hotel Solo, Pilihan Keluarga

Jika merencanakan liburan atau berkunjung semalam dua malam di Kota Solo, The Sunan Hotel Solo bisa menjadi pilihan untuk menginap. Apalagi nih, lokasinya yang beralamat di Jalan Jendral Ahmad Yani No.40, Solo sangat strategis dan mudah dijangkau, baik dari bandara Adi Sumarmo maupun dari stasiun Balapan.

Bukankah dalam memilih hotel, lokasi selalu menjadi pertimbangan nomor satu?

Untuk harga, menurut saya, terjangkaulah. Toh nggak selalu menginap di hotel kan?

Oh ya, di depan The Sunan Hotel Solo, ada Lokananta, yang merupakan salah satu tempat dalam legenda musik Indonesia. Untuk berkunjung ke sini, Hotel Sunan menyediakan paketnya. Atau kalau ingin sendiri ke sana, tinggal menyeberang saja.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY